Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-24 Feb 2026 Resmi!

Analisis Penetapan Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 11-24 Feb 2026 | Rajatani.com
⏱️ Estimasi waktu baca: 12 menit | Ditulis oleh: |

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau Periode 11-24 Februari 2026

📌 Ringkasan Singkat

Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Riau telah menetapkan harga pembelian Tandan Buah Segar kelapa sawit plasma untuk periode 11 hingga 24 Februari 2026. Harga ditetapkan berdasarkan formula HTBS = K ((HCPO x RCPO) + (HKernel x RKernel)) + NC dengan indeks "K" sebesar 92.67. Harga CPO rata-rata periode 2-8 Februari 2026 adalah Rp 14.736,45/kg dan Kernel Rp 12.951,54/kg. Harga TBS minggu ini bervariasi berdasarkan umur tanaman, mulai dari Rp 2.835,11/kg untuk tanaman 3 tahun hingga Rp 3.677,52/kg untuk tanaman 9 tahun. Keputusan ini mengikat semua transaksi jual beli TBS plasma di Riau sesuai Permenpertan No. 13 Tahun 2024.

Mekanisme Penetapan Harga TBS Plasma: Transparansi Berbasis Data

Penetapan harga TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit untuk pekebun mitra plasma di Provinsi Riau bukanlah proses yang sembarangan. Mekanisme ini diatur secara ketat melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra. Tim Penetapan Harga (TPH) Provinsi Riau, yang beranggotakan para ahli dari Dinas Perkebunan, bertugas mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dari seluruh perusahaan mitra sebelum menetapkan harga yang adil dan transparan.

Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-24 Feb 2026 Resmi!
Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-24 Feb 2026 Resmi!

Pada periode penetapan 11-24 Februari 2026 ini, TPH Riau mengolah data dari 24 perusahaan mitra yang dikumpulkan pada periode 2-8 Februari 2026. Data yang disampaikan meliputi harga jual CPO (Crude Palm Oil) dan Kernel (inti sawit) di pasar internasional maupun domestik. Setelah melalui verifikasi dan dinyatakan layak, data tersebut diolah menggunakan formula yang telah ditetapkan. Proses ini menjamin bahwa harga yang diterima pekebun benar-benar mencerminkan kondisi pasar minyak sawit dunia.

Mengurai Rumus: HTBS = K ((HCPO x RCPO) + (HKernel x RKernel)) + NC

Inti dari penetapan harga TBS plasma terletak pada formula matematis yang terlihat sederhana namun sarat makna. Mari kita pecahkan setiap komponennya:

1. Indeks "K" (92.67)

Indeks "K" adalah faktor penyesuaian yang mencerminkan efisiensi biaya pengolahan pabrik kelapa sawit (PKS) dan margin usaha. Nilai 92.67 pada periode ini menunjukkan bahwa dari total nilai CPO dan Kernel yang dihasilkan, sekitar 92.67% dialokasikan untuk membayar TBS petani, sedangkan sisanya untuk biaya pengolahan, penyusutan, dan keuntungan PKS. Nilai ini ditetapkan melalui kesepakatan tim dengan mempertimbangkan kondisi industri.

2. HCPO dan HKernel (Harga Dasar)

HCPO = Rp 14.736,45/kg dan HKernel = Rp 12.951,54/kg adalah harga rata-rata tertimbang selama periode pengumpulan data (2-8 Feb 2026). Harga ini diperoleh dari transaksi nyata di pasar komoditas. Fluktuasi harga minyak nabati dunia, permintaan global, dan kondisi ekonomi sangat memengaruhi angka ini.

3. RCPO dan RKernel (Rendemen)

Rendemen adalah persentase minyak atau kernel yang dapat dihasilkan dari setiap kilogram TBS. Nilainya bervariasi berdasarkan umur tanaman. Tanaman yang lebih muda (3-4 tahun) memiliki rendemen CPO lebih rendah karena buah belum optimal, sementara tanaman prime age (8-10 tahun) mencapai puncak produktivitas. Misalnya, tanaman umur 5 tahun memiliki RCPO 0.2069 (20.69%) dan RKernel 0.0467 (4.67%).

4. NC (Nilai Cangkang) = Rp 19,47/kg

Komponen ini sering terlupakan namun penting. Cangkang sawit (palm shell) adalah limbah padat yang memiliki nilai ekonomis sebagai bahan bakar boiler atau bahan baku industri. Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020 secara eksplisit menyatakan bahwa nilai cangkang harus disertakan dalam perhitungan harga TBS, memberikan keadilan tambahan bagi pekebun.

📊 Studi Kasus: Simulasi Perhitungan untuk Tanaman 7 Tahun

Mari kita verifikasi perhitungan pada tabel untuk tanaman umur 7 tahun:
Rumus: HTBS = 92.67% × [(14.736,45 × 0.2209) + (12.951,54 × 0.0495)] + 19,47
Langkah 1: (14.736,45 × 0.2209) = 3.254,87 (nilai CPO per kg TBS)
Langkah 2: (12.951,54 × 0.0495) = 641,10 (nilai Kernel per kg TBS)
Langkah 3: 3.254,87 + 641,10 = 3.895,97 (nilai total sebelum indeks K)
Langkah 4: 3.895,97 × 92.67% = 3.610,87 (nilai setelah efisiensi pabrik)
Langkah 5: 3.610,87 + 19,47 = 3.630,34 (harga final per kg TBS)
Hasil ini persis sesuai dengan angka pada tabel penetapan harga. Proses ini membuktikan transparansi perhitungan.

Tabel Lengkap Harga TBS Kelapa Sawit Plasma per Umur Tanaman

Berikut adalah data resmi hasil keputusan Tim Penetapan Harga Provinsi Riau untuk periode 11-24 Februari 2026. Harga dalam Rupiah per kilogram (Rp/kg).

No Umur Tanaman (Tahun) Harga TBS Minggu Lalu (Rp) Indeks "K" (%) Rendemen CPO Rendemen Kernel Harga TBS Minggu Ini (Rp/Kg) Perubahan (Rp)
132.881,5892.670.16680.04482.835,11▼ -46,47
243.269,9492.670.19380.04563.213,44▼ -56,50
353.466,6492.670.20690.04673.405,54▼ -61,10
463.618,1692.670.21670.04793.553,78▼ -64,38
573.695,7192.670.22090.04953.630,34▼ -65,37
683.739,4392.670.22360.05003.673,22▼ -66,21
793.743,3492.670.22330.05073.677,52▼ -65,82
810-203.722,9692.670.22160.05103.657,91▼ -65,05
9213.663,9992.670.21740.05103.600,55▼ -63,44
10223.607,3592.670.21320.05123.545,59▼ -61,76
11233.546,9892.670.20890.05123.486,87▼ -60,11
12243.480,7592.670.20410.05133.422,52▼ -58,23
13253.406,3492.670.19880.05133.350,14▼ -56,20
14263.361,1792.670.19550.05143.306,27▼ -54,90
15273.315,7692.670.19210.05163.262,24▼ -53,52
16283.271,5092.670.18870.05193.219,41▼ -52,09
17293.254,6692.670.18750.05193.203,02▼ -51,64
18303.240,6292.670.18650.05193.189,36▼ -51,26

Sumber Data: Berita Acara Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Riau No. 5/TPH TBS - II/2026

Analisis Perubahan Harga: Tren Penurunan dan Faktor Penyebab

Dari tabel di atas, terlihat pola yang konsisten: semua kategori umur mengalami penurunan harga dibandingkan minggu sebelumnya, dengan penurunan tertinggi pada tanaman umur 8 tahun (Rp 66,21/kg). Penurunan ini disebabkan oleh dua faktor utama:

1. Penurunan Harga Acuan (CPO dan Kernel)

Harga CPO dan Kernel periode 2-8 Februari 2026 yang menjadi dasar perhitungan mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya. Fluktuasi harga minyak sawit dunia sangat dipengaruhi oleh:

  • Kebijakan impor negara besar seperti India dan China.
  • Harga minyak kompetitor seperti minyak kedelai dan minyak bunga matahari.
  • Kondisi cuaca dan produksi di negara produsen utama (Indonesia dan Malaysia).
  • Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS karena transaksi CPO internasional menggunakan dollar.

2. Stabilitas Indeks "K" dan Rendemen

Indeks "K" tetap stabil di 92.67%, menunjukkan efisiensi pabrik yang terjaga. Demikian pula dengan angka rendemen untuk setiap umur tanaman yang bersifat konstan dalam jangka pendek karena lebih dipengaruhi faktor genetis dan agronomi.

💡 Insight Mendalam: Puncak Harga di Umur 9 Tahun

Perhatikan bahwa harga tertinggi bukan pada tanaman paling tua (30 tahun), melainkan pada tanaman umur 9 tahun (Rp 3.677,52/kg). Ini adalah fase prime age dimana produktivitas buah (tonase) dan rendemen minyak mencapai titik optimal secara bersamaan. Tanaman yang lebih tua (di atas 20 tahun) meski memiliki rendemen kernel yang sedikit lebih tinggi, mengalami penurunan produktivitas buah dan kualitas, sehingga harga per kilogram TBS-nya menurun. Ini adalah contoh nyata bagaimana pemahaman siklus hidup tanaman dapat membantu perencanaan kebun dan renovasi.

Implikasi Keputusan Harga bagi Pekebun Plasma dan Industri

Keputusan Tim Penetapan Harga ini memiliki implikasi luas yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan, khususnya pekebun plasma.

Bagi Pekebun Plasma

Harga yang ditetapkan secara resmi ini menjadi harga patokan yang mengikat secara hukum. Perusahaan mitra (PKS) wajib membeli TBS dari pekebun plasma dengan harga minimal sesuai tabel di atas. Mekanisme ini melindungi pekebun dari praktik penentuan harga sepihak. Pehitungaan yang transparan juga memungkinkan pekebun melakukan kroscek sederhana jika diperlukan.

Bagi Perusahaan Pengelola PKS

Perusahaan memiliki kepastian dalam perencanaan biaya bahan baku. Nilai indeks "K" yang telah memperhitungkan biaya pengolahan memberikan ruang yang adil bagi sustainability operasional pabrik. Perusahaan juga diwajibkan oleh Peraturan Kemitraan Sawit untuk membina pekebun plasma agar mencapai rendemen optimal.

Bagi Pemerintah dan Regulator

Proses penetapan harga yang partisipatif dan berbasis data ini merupakan wujud implementasi good governance di sektor perkebunan. Hal ini mendukung stabilitas sosial-ekonomi di pedesaan, mengingat sektor sawit plasma melibatkan ratusan ribu keluarga di Riau. Informasi ini juga menjadi acuan bagi kebijakan fiskal dan pembinaan teknis.

Untuk memahami lebih dalam tentang skema kemitraan ini, Anda dapat membaca artikel kami tentang skema plasma-inti dalam perkebunan sawit.

Tips Praktis bagi Petani Sawit Plasma Menghadapi Fluktuasi Harga

1. Fokus pada Peningkatan Rendemen, Bukan Hanya Tonase

Karena harga ditentukan oleh rumus yang mengandung RCPO dan RKernel, meningkatkan kualitas buah (kadar minyak) sama pentingnya dengan meningkatkan jumlah tonase. Pemupukan berimbang, panen buah matang tepat waktu, dan pengendalian hama penyakit adalah kunci.

2. Pahami Siklus Umur Kebun Anda

Rencanakan siklus renovasi (replanting) ketika tanaman memasuki umur 25+ tahun, karena penurunan harga per kg akan signifikan. Manfaatkan program bantuan replanting dari pemerintah atau perusahaan inti.

3. Lacak Harga Acuan Secara Mandiri

Petani dapat memantau tren harga CPO dunia melalui situs otoritatif seperti Malaysian Palm Oil Council (MPOC) atau Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Pemahaman ini membantu antisipasi harga di periode mendatang.

4. Verifikasi Bobot dan Kualitas di Titik Penimbangan

Pastikan proses penimbangan TBS di lokasi pembelian transparan dan buah Anda tidak tercampur sampah atau tandan kosong yang mengurangi berat bersih.

5. Manfaatkan Nilai Tambah dari Limbah

Sadari bahwa Rp 19,47/kg adalah nilai cangkang yang sudah diperhitungkan. Diskusikan dengan kelompok tani apakah ada peluang pengelolaan limbah lain (seperti janjang kosong) yang bisa memberikan pendapatan tambahan.

❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa yang dimaksud dengan "pekebun mitra plasma" dalam dokumen ini?
Pekebun mitra plasma adalah petani sawit yang lahannya berada di sekitar Pabrik Kelapa Sawit (PKS) inti dan terikat dalam skema kemitraan (plasma) berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian. Mereka wajib menjual TBS-nya ke PKS inti, dan PKS wajib membeli dengan harga yang ditetapkan Tim Penetapan Harga.
2. Mengapa harga TBS berbeda-beda berdasarkan umur tanaman?
Perbedaan harga disebabkan oleh perbedaan rendemen (persentase minyak yang bisa dihasilkan). Tanaman muda (3-5 thn) memiliki rendemen CPO rendah karena buah belum optimal. Tanaman prime age (8-10 thn) memiliki rendemen tertinggi. Tanaman tua (>20 thn) rendemennya turun karena produktivitas dan kualitas buah menurun.
3. Bagaimana jika perusahaan menolak membeli dengan harga penetapan ini?
Keputusan Tim Penetapan Harga bersifat mengikat berdasarkan Permenpertan No. 13/2024. Penolakan merupakan pelanggaran peraturan. Pekebun dapat melaporkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Riau sebagai pembina Tim atau melalui lembaga penyuluhan pertanian setempat.
4. Apakah nilai cangkang (Rp 19,47/kg) dibayar tunai terpisah?
Tidak. Nilai cangkang sudah termasuk dalam harga TBS per kilogram yang dibayarkan. Perhitungannya dimasukkan ke dalam rumus utama (HTBS). Ini adalah penyederhanaan administrasi sesuai Pergub Riau No. 77/2020.
5. Kapan penetapan harga untuk periode berikutnya (25 Feb - 3 Mar 2026) dilakukan?
Berdasarkan poin 3 Berita Acara, rapat penetapan harga untuk periode berikutnya akan dilaksanakan pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 09.30 WIB. Data dari perusahaan akan diolah terlebih dahulu pada Senin, 23 Februari 2026 mulai pukul 13.00 WIB.

Kesimpulan: Kepastian Harga sebagai Pondasi Kemitraan yang Berkelanjutan

Penetapan harga TBS kelapa sawit plasma secara berkala dan transparan oleh Tim Provinsi Riau bukan sekadar rutinitas administratif. Ini adalah pondasi keadilan dan kepastian dalam hubungan kemitraan yang kompleks antara pekebun kecil dan perusahaan besar. Mekanisme berbasis formula dengan parameter objektif (harga pasar, rendemen ilmiah) meminimalkan ruang untuk konflik. Bagi pekebun, memahami logika di balik angka-angka ini adalah langkah pertama menuju pemberdayaan ekonomi. Fluktuasi harga adalah keniscayaan di pasar komoditas global, namun dengan sistem yang transparan, semua pihak dapat fokus pada upaya peningkatan produktivitas dan kualitas—faktor yang sepenuhnya berada dalam kendali mereka. Pada akhirnya, keberlanjutan industri sawit Riau ditentukan oleh kolaborasi yang adil, pengetahuan yang tepat, dan implementasi regulasi yang konsisten.

Butuh Analisis Mendalam tentang Harga Komoditas Pertanian?

Tim Ahli rajatani.com siap membantu Anda memahami dinamika pasar dan regulasi pertanian. Dapatkan informasi terpercaya untuk pengambilan keputusan yang lebih cerdas.

Konsultasi dengan Ahli Kami

Posting Komentar untuk "Harga TBS Sawit Plasma Riau 11-24 Feb 2026 Resmi!"