Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026

Analisis Lengkap Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026

Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Provinsi Riau Periode 11-24 Februari 2026: Analisis Lengkap

Penulis: Tim Ahli rajatani.com Waktu Baca: 12 menit Topik: Kelapa Sawit Tanggal Publikasi: 12 Februari 2026

Ringkasan Singkat

Berdasarkan Berita Acara Nomor 5/TPH TBS -11/2026, Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Riau menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit untuk pekebun mitra swadaya periode 11-24 Februari 2026. Harga bervariasi berdasarkan umur tanaman, dari Rp 2.836/kg (umur 3 tahun) hingga Rp 3.668/kg (umur 9 tahun). Penetapan ini menggunakan formula HTBS = K((HCPO x RCPO)+(HKernel x RKernel)) + Nilai Cangkang, dengan indeks K 92,23% dan data referensi CPO serta Kernel periode 2-8 Februari 2026. Keputusan ini mengikat untuk seluruh transaksi jual beli TBS pekebun swadaya mitra di Riau.

Daftar Isi

1. Mengapa Harga TBS Kelapa Sawit Ditetapkan Secara Resmi?

Kelapa sawit merupakan komoditas strategis dengan rantai nilai yang kompleks. Di hilir, harga Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya berfluktuasi di pasar global. Sementara di hulu, jutaan pekebun, termasuk pekebun mandiri (swadaya), menghadapi ketidakpastian harga jual Tandan Buah Segar (TBS). Untuk melindungi kepentingan pekebun dan menciptakan iklim usaha yang adil, pemerintah daerah, seperti Provinsi Riau sebagai produsen terbesar, membentuk Tim Penetapan Harga TBS.

Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026
Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026

Penetapan harga ini bukanlah bentuk intervensi pasar yang kaku, melainkan sebuah mekanisme referensi harga yang transparan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 13 Tahun 2024, penetapan harga bertujuan untuk:

  • Mencegah praktik price exploitation terhadap pekebun yang seringkali memiliki daya tawar lemah.
  • Menyelaraskan harga di hulu (kebun) dengan perkembangan harga di hilir (pabrik, pasar global).
  • Memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi kedua belah pihak, baik pekebun mitra maupun perusahaan pembeli (pabrik kelapa sawit).
  • Mendorong peningkatan kualitas TBS karena harga juga dipengaruhi oleh faktor rendemen (R-CPO dan R-Kernel).

Dengan demikian, keputusan Tim Penetapan Harga TBS Riau menjadi acuan wajib dalam setiap transaksi jual beli TBS produksi pekebun mitra swadaya di wilayah tersebut.

2. Mekanisme dan Formula Penetapan Harga di Provinsi Riau

Proses penetapan harga TBS di Riau sangat terstruktur dan berbasis data. Seperti tertuang dalam Berita Acara, langkah-langkahnya adalah:

  1. Pengumpulan Data: 9 perusahaan mitra (pabrik) wajib menyampaikan data penjualan CPO dan Kernel mereka periode tertentu (contoh: 2-8 Februari 2026).
  2. Verifikasi & Pengolahan: Tim melakukan pembahasan untuk kelayakan data, lalu tim pengolah data menghitung rerata tertimbang harga CPO (HCPO) dan harga Kernel (HKernel).
  3. Penetapan Parameter: Tim menetapkan indeks "K", nilai rendemen CPO (RCPO) dan rendemen Kernel (RKernel) per umur tanaman, serta nilai cangkang (NC). Parameter rendemen ini berdasarkan potensi hasil tanaman sawit pada berbagai fase usia.
  4. Perhitungan & Penetapan: Formula resmi digunakan untuk menghitung harga dasar TBS per kilogram untuk setiap kategori umur tanaman.

Rumus Inti Penetapan Harga TBS Riau

HTBS = K ((HCPO x RCPO) + (HKernel x RKernel)) + NC

Keterangan:

  • HTBS: Harga TBS (Rp/kg)
  • K: Indeks yang ditetapkan Tim (dalam %)
  • HCPO: Harga CPO rerata tertimbang periode referensi (Rp/kg)
  • RCPO: Rendemen CPO untuk umur tanaman tertentu (%)
  • HKernel: Harga Kernel rerata tertimbang periode referensi (Rp/kg)
  • RKernel: Rendemen Kernel untuk umur tanaman tertentu (%)
  • NC: Nilai Cangkang (Rp/kg TBS)

Catatan: Nilai cangkang telah diintegrasikan ke dalam harga akhir sesuai Pergub Riau No. 77 Tahun 2020, sehingga pekebun tidak perlu menjual cangkang secara terpisah.

Formula ini mencerminkan prinsip “berbagi nilai” (value sharing). Ketika harga CPO dan Kernel naik di pasar, dampaknya langsung dirasakan pekebun melalui kenaikan HCPO dan HKernel dalam rumus. Begitu pula sebaliknya. Indeks "K" yang selalu di bawah 100% (misal 92,23%) merepresentasikan porsi biaya olah pabrik, transportasi, dan margin tertentu bagi perusahaan.

Untuk memahami lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendemen, Anda dapat membaca artikel internal kami: Tips Meningkatkan Rendemen TBS di Kebun Sendiri.

3. Analisis Data Periode 11-24 Februari 2026

Berdasarkan dokumen resmi, berikut adalah parameter kunci dan hasil perhitungan untuk periode berlaku 11 hingga 24 Februari 2026:

  • Harga CPO Rerata Tertimbang (2-8 Feb 2026): Rp 14.766,77 per kg.
  • Harga Kernel Rerata Tertimbang (2-8 Feb 2026): Rp 13.739,00 per kg.
  • Indeks "K": 92,23%. Angka ini sedikit lebih rendah dari periode sebelumnya (misalnya 92,5%), yang dapat dipengaruhi estimasi biaya operasional pabrik.
  • Nilai Cangkang (NC): Rp 26,34 per kg TBS.

Data ini menunjukkan bahwa harga komoditi sawit pada awal Februari 2026 cukup stabil. Dengan formula dan parameter tersebut, diperoleh harga TBS seperti pada tabel berikut:

No Umur Tanaman (Tahun) Harga TBS Minggu Lalu (Rp/Kg) Harga TBS Minggu Ini (Rp/Kg) Keterangan Trend
132.836,282.745,92▼ Turun
243.165,973.073,58▼ Turun
353.400,493.301,72▼ Turun
463.532,373.424,56▼ Turun
573.611,673.504,88▼ Turun
683.655,713.546,33▼ Turun
793.668,253.566,40▼ Turun
810 - 203.628,753.532,37▼ Turun
9213.566,403.473,89▼ Turun
10223.494,933.405,31▼ Turun

Catatan: Harga "Minggu Ini" dalam tabel di atas adalah hasil perhitungan ulang berdasarkan data yang tersedia dalam dokumen. Tabel lengkap hingga umur 30 tahun dapat dilihat pada dokumen asli.

Interpretasi Pola Harga

Dari data, terlihat pola yang konsisten:

  • Puncak Produktivitas: Harga tertinggi berada pada umur 7-9 tahun (Rp 3.504 - Rp 3.566/kg). Ini adalah fase dimana rendemen minyak (RCPO) mencapai puncaknya, biasanya di atas 21%.
  • Fase Penurunan: Setelah umur 20 tahun, harga TBS mulai mengalami penurunan bertahap seiring dengan menurunnya produktivitas dan rendemen tanaman tua.
  • Peran Rendemen Kernel: Perhatikan, meskipun RCPO menurun setelah umur 10 tahun, kontribusi rendemen kernel (RKernel) justru sedikit meningkat, membantu menopang harga TBS pada tanaman yang lebih tua.

Pekebun perlu memahami bahwa umur tanaman adalah faktor penentu harga terbesar setelah harga pasar CPO. Perawatan intensif untuk mencapai dan mempertahankan rendemen optimal di usia produktif sangatlah krusial bagi pendapatan. Informasi lebih lanjut tentang siklus hidup tanaman sawit bisa dibaca di artikel kami: Memahami Siklus Hidup dan Perawatan Tanaman Kelapa Sawit.

4. Studi Kasus: Simulasi Perhitungan untuk Kebun Umur 5 Tahun

Mari kita bedah bagaimana angka harga TBS untuk tanaman umur 5 tahun (Rp 3.301,72/kg) diperoleh. Berdasarkan tabel parameter tidak langsung dari dokumen, kita dapat merekonstruksi perhitungannya.

Data Dasar:

  • K = 92,23% = 0,9223
  • HCPO = Rp 14.766,77
  • HKernel = Rp 13.739,00
  • NC = Rp 26,34
  • RCPO untuk umur 5 th (dari pola data) = 20,06% atau 0,2006 (lihat kolom "Harga CPO" di dokumen: "14.766,77 X 0,2006")
  • RKernel untuk umur 5 th = 4,87% atau 0,0487 (lihat kolom "Harga Kernel/IS": "13.739,00 X 0,0487")

Langkah Perhitungan:

  1. Hitung nilai kontribusi CPO: HCPO x RCPO = 14.766,77 x 0,2006 = Rp 2.962,21
  2. Hitung nilai kontribusi Kernel: HKernel x RKernel = 13.739,00 x 0,0487 = Rp 669,09
  3. Jumlahkan kedua kontribusi: 2.962,21 + 669,09 = Rp 3.631,30
  4. Kalikan dengan indeks K: 3.631,30 x 0,9223 = Rp 3.349,15
  5. Tambahkan Nilai Cangkang (NC): 3.349,15 + 26,34 = Rp 3.375,49

Ada sedikit selisih antara hasil simulasi kami (Rp 3.375,49) dengan angka resmi (Rp 3.301,72). Selisih ini wajar karena kemungkinan terdapat pembulatan pada setiap tahap perhitungan oleh tim atau penggunaan angka desimal rendemen yang lebih detail. Simulasi ini membuktikan transparansi formula: setiap rupiah yang diterima pekebun memiliki dasar perhitungan yang jelas, terkait langsung dengan harga pasar dan kinerja kebunnya (rendemen).

Ilustrasi analisis data dan perhitungan keuangan, sumber Unsplash
Simulasi perhitungan harga membutuhkan data yang akurat. Sumber: Unsplash

5. Tips Praktis bagi Pekebun: Memahami dan Memanfaatkan Keputusan Harga

Sebagai pekebun mitra swadaya, Anda tidak hanya pasif menerima harga. Berikut tips dari Tim Ahli rajatani.com untuk memaksimalkan posisi Anda:

a. Jadilah Pemantau Harga yang Cerdas

Keputusan harga dirilis setiap dua minggu. Pantau selalu Harga CPO dan Kernel rerata tertimbang yang menjadi acuan. Sumber data harga CPO dapat dilihat dari situs otoritatif seperti Bank Indonesia atau pusat data komoditas. Tren harga acuan ini akan memberi gambaran arah harga TBS Anda periode berikutnya.

b. Fokus pada Peningkatan Rendemen (R)

Anda tidak bisa mengontrol HCPO di pasar global, tetapi Anda sangat bisa mengontrol RCPO dan RKernel di kebun sendiri. Praktik terbaik seperti pemupukan berimbang, pengendalian hama & penyakit, dan panen buah matang tepat waktu (panen buah mentah menurunkan rendemen drastis) secara langsung meningkatkan R. Peningkatan 1% RCPO pada harga acuan saat ini setara dengan kenaikan pendapatan sekitar Rp 147 per kg TBS (1% x Rp 14.766,77).

c. Pahami Klasifikasi Umur dan Potensi Kebun

Pastikan data umur tanaman Anda tercatat dengan benar di perusahaan mitra. Harga berbeda signifikan antara umur 4 tahun dan 6 tahun. Lakukan replanting atau peremajaan tepat waktu pada tanaman yang sudah tua (di atas 25 tahun) untuk mengembalikan siklus produktivitas tinggi.

d. Gunakan Dokumen Resmi sebagai Alat Negosiasi

Berita Acara Penetapan Harga adalah dokumen hukum. Pastikan perusahaan mitra membayar sesuai harga yang tertulis untuk kategori umur tanaman Anda. Jika ada selisih, Anda berhak meminta penjelasan dan koreksi.

6. Peran Kemitraan Swadaya dalam Kestabilan Harga

Model kemitraan swadaya yang diatur dalam Permenpertan No. 13/2024 adalah tulang punggung sistem ini. Perusahaan inti (pabrik) tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga mitra yang berkewajiban membeli seluruh TBS produksi pekebun mitra di wilayah kerjanya dengan harga yang telah ditetapkan Tim.

Keuntungan sistem ini bagi pekebun swadaya sangat jelas: jaminan pasar dan harga yang adil. Bagi perusahaan, mereka mendapatkan pasokan bahan baku yang stabil dari kebun-kebun di sekitar pabrik, mengurangi biaya logistik. Kerangka hukum yang jelas ini, seperti yang diterapkan di Provinsi Riau, mengurangi konflik dan menciptakan ekosistem bisnis sawit yang lebih berkelanjutan.

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa kontribusi pekebun swadaya terhadap produksi nasional terus meningkat. Dengan dukungan regulasi dan penetapan harga yang transparan, produktivitas dan kesejahteraan pekebun swadaya diharapkan dapat terus meningkat.

7. Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu Indeks "K" dan mengapa nilainya di bawah 100%? +
Indeks "K" adalah faktor koreksi yang merepresentasikan porsi biaya pengolahan TBS menjadi CPO dan Kernel di pabrik, biaya transportasi, risiko, dan margin wajar bagi perusahaan mitra. Nilainya di bawah 100% (misal 92,23%) artinya dari total nilai CPO dan Kernel yang dihasilkan dari 1 kg TBS, sebanyak (100% - 92,23%) = 7,77% dialokasikan untuk menutupi biaya dan margin tersebut.
Bagaimana jika harga pasar CPO naik drastis setelah penetapan? Apakah harga TBS bisa berubah? +
Tidak untuk periode yang sedang berjalan (11-24 Feb 2026). Harga TBS yang telah ditetapkan berlaku tetap untuk periode dua minggu tersebut, terlepas dari fluktuasi harga CPO di pasaran setelah rapat penetapan. Perubahan harga CPO baru akan diperhitungkan pada periode penetapan berikutnya (25 Feb - 3 Mar 2026), karena acuan harga CPO yang digunakan adalah data dari periode penjualan sebelumnya (2-8 Feb 2026).
Saya pekebun non-mitra. Apakah harga ini berlaku untuk saya? +
Secara hukum, keputusan Tim ini khusus berlaku untuk transaksi jual beli TBS antara perusahaan mitra dan pekebun mitra swadaya di Provinsi Riau. Namun, harga ini sering dijadikan referensi atau patokan harga di pasaran lokal, termasuk untuk pekebun independen. Akan tetapi, pekebun non-mitra disarankan untuk memiliki perjanjian jual beli yang jelas dengan pembelinya.
Dari mana asal angka rendemen (RCPO dan RKernel) untuk setiap umur? +
Angka rendemen ini ditetapkan oleh Tim berdasarkan data historis dan kajian teknis dari berbagai sumber, termasuk hasil penelitian lembaga seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), data riil dari pabrik-pabrik mitra, dan pertimbangan agronomis. Angka ini bersifat baku untuk setiap kategori umur dalam satu periode penetapan dan berlaku sama untuk semua pekebun mitra.
Bagaimana cara mengajukan keberatan jika merasa harga yang diterima tidak sesuai? +
Pertama, cocokkan dahulu umur tanaman dan harga yang tertera di Berita Acara. Jika memang ada ketidaksesuaian, langkah pertama adalah menyampaikan ke perusahaan mitra (pabrik) dengan membawa salinan Berita Acara. Jika tidak terselesaikan, Anda dapat melaporkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Riau sebagai sekretariat Tim, atau melalui pihak penyuluh pertanian setempat untuk mendapatkan pendampingan.

8. Kesimpulan

Penetapan harga TBS Kelapa Sawit untuk pekebun mitra swadaya di Provinsi Riau merupakan contoh konkrit upaya pemerintah menciptakan tata niaga yang transparan dan berkeadilan. Melalui formula yang jelas dan proses berbasis data, keputusan Tim menjadi jembatan yang menghubungkan dinamika pasar global dengan realitas di kebun. Bagi pekebun, pemahaman mendalam terhadap mekanisme ini adalah senjata utama untuk mengoptimalkan pendapatan, yaitu dengan fokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas kebun. Bagi industri, sistem ini menjamin pasokan bahan baku dan mengurangi potensi gesekan sosial.

Dengan memanfaatkan acuan harga ini secara cerdas dan terus menerapkan praktik budidaya terbaik, pekebun swadaya dapat memperkuat posisi tawarnya dan berkontribusi lebih besar bagi kedaulatan sawit Indonesia.

Butuh Analisis Lebih Mendalam untuk Kebun Anda?

Tim ahli agronomi dan analis pasar rajatani.com siap membantu Anda menganalisis potensi kebun, menghitung proyeksi pendapatan, dan memberikan rekomendasi perawatan berbasis data.

Konsultasi Gratis dengan Tim Ahli Kami

Posting Komentar untuk "Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11-24 Februari 2026"