📋 Daftar Isi
🌿 Tim Penetapan Harga TBS Sawit Riau: garda terdepan kepastian harga
Setiap dua pekan, Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Provinsi Riau menggelar rapat untuk menentukan harga acuan bagi pekebun mitra swadaya. Tim ini terdiri dari perwakilan Dinas Perkebunan, perusahaan mitra, dan asosiasi petani. Tujuannya satu: memberikan harga yang adil dan transparan berbasis data riil pasar CPO dan kernel. Tim Ahli rajatani.com kali ini mengupas tuntas Berita Acara Nomor 6/TPH TBS -II/2026 yang berlaku untuk periode Rabu–Selasa, 25 Februari – 3 Maret 2026.
Penetapan ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada formula yang mempertimbangkan rendemen, indeks K (bagian pekebun), serta nilai cangkang. Dengan memahami mekanisme ini, petani bisa mengkalkulasi pendapatan dan merencanakan panen dengan lebih baik.
📅 Hasil Rapat Tim Harga 24 Februari 2026
Rapat digelar di Kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Jl. Cut Nyak Dien No.6 Pekanbaru. Data harga dikumpulkan dari 9 perusahaan mitra sumber data periode 16–22 Februari 2026. Setelah divalidasi, diperoleh:
- Harga CPO rerata tertimbang: Rp13.995,00 / kg
- Harga Kernel rerata tertimbang: Rp13.665,00 / kg
- Indeks "K" (bagian pekebun): 92,66%
- Nilai Cangkang: Rp22,60 / kg (tetap)
Data tersebut kemudian diolah menggunakan rumus baku yang telah disepakati. Hasilnya adalah daftar harga TBS berdasarkan umur tanaman, karena rendemen CPO dan kernel berbeda tiap kelompok umur.
📊 Tabel Harga TBS Minggu Ini (Rp/kg) – 25 Feb s/d 3 Mar 2026
Perhatikan kolom R-CPO dan R-IS (rendemen minyak dan inti sawit). Angka ini yang dikalikan dengan harga CPO/kernel lalu dikali indeks K dan ditambah nilai cangkang. Harga Minggu Lalu ditampilkan sebagai pembanding.
| No | Umur (th) | Harga Lalu (Rp) | Indeks K (%) | R-CPO (%) | R-IS (%) | NC (Rp) | Harga Baru (Rp/kg) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 3 | 2.821,43 | 92,66 | 0,1629 | 0,0455 | 22,60 | 2.711,20 |
| 2 | 4 | 3.145,92 | 92,66 | 0,1844 | 0,0480 | 22,60 | 3.021,67 |
| 3 | 5 | 3.375,42 | 92,66 | 0,2006 | 0,0487 | 22,60 | 3.240,61 |
| 4 | 6 | 3.505,22 | 92,66 | 0,2092 | 0,0497 | 22,60 | 3.364,80 |
| 5 | 7 | 3.584,24 | 92,66 | 0,2137 | 0,0511 | 22,60 | 3.440,88 |
| 6 | 8 | 3.627,54 | 92,66 | 0,2166 | 0,0514 | 22,60 | 3.482,28 |
| 7 | 9 | 3.642,08 | 92,66 | 0,2159 | 0,0533 | 22,60 | 3.497,26 |
| 8 | 10-20 | 3.604,55 | 92,66 | 0,2124 | 0,0541 | 22,60 | 3.462,01 |
| 9 | 21 | 3.544,25 | 92,66 | 0,2076 | 0,0545 | 22,60 | 3.404,82 |
| 10 | 22 | 3.474,70 | 92,66 | 0,2024 | 0,0546 | 22,60 | 3.338,66 |
| 11 | 23 | 3.395,61 | 92,66 | 0,1965 | 0,0547 | 22,60 | 3.263,41 |
| 12 | 24 | 3.335,69 | 92,66 | 0,1921 | 0,0547 | 22,60 | 3.206,35 |
| 13 | 25 | 3.286,56 | 92,66 | 0,1884 | 0,0548 | 22,60 | 3.159,64 |
| 14 | 26 | 3.268,86 | 92,66 | 0,1871 | 0,0548 | 22,60 | 3.142,78 |
| 15 | 27 | 3.241,53 | 92,66 | 0,1850 | 0,0549 | 22,60 | 3.116,81 |
| 16 | 28 | 3.189,68 | 92,66 | 0,1811 | 0,0550 | 22,60 | 3.067,51 |
| 17 | 29 | 3.151,55 | 92,66 | 0,1783 | 0,0550 | 22,60 | 3.031,20 |
| 18 | 30 | 3.064,38 | 92,66 | 0,1719 | 0,0550 | 22,60 | 2.948,20 |
* R-CPO = rendemen CPO, R-IS = rendemen kernel (inti sawit), NC = nilai cangkang. Sumber: Berita Acara No. 6/TPH TBS -II/2026.
🧮 Rumus HTBS dan makna di balik angka
Rumus yang digunakan adalah:
HTBS = K [ (HCPO × R‑CPO) + (HIS × R‑IS) ] + NC
Penjelasan komponen:
- K (Indeks K) : 92,66% — bagian yang diterima pekebun dari harga olahan.
- HCPO : harga CPO rata‑rata tertimbang = Rp13.995/kg.
- R‑CPO : rendemen minyak sawit, bervariasi menurut umur.
- HIS : harga inti sawit (kernel) = Rp13.665/kg.
- R‑IS : rendemen inti sawit.
- NC : nilai cangkang = Rp22,60/kg — insentif tambahan sesuai Pergub Riau No. 77/2020.
Contoh untuk umur 9 tahun: (13.995×0,2159) + (13.665×0,0533) = 3.021,5 + 728,9 = 3.750,4. Kemudian ×92,66% = 3.474,7 + NC 22,6 = Rp3.497,26. Cocok dengan tabel. Rumus ini menjamin keadilan karena fluktuasi harga CPO dunia langsung tercermin ke harga TBS.
📈 Analisis: Mengapa harga naik/turun?
Dibandingkan minggu lalu (periode sebelumnya), sebagian besar harga turun tipis 1–3% karena koreksi harga CPO global. Namun indeks K masih stabil di 92,66% — angka yang tergolong tinggi menunjukkan komitmen Pemprov Riau melindungi petani. Menariknya, meski harga CPO turun sekitar Rp150/kg dari dua pekan lalu, harga TBS umur 9 tahun hanya berkurang 0,6%, berkat komponen NC yang tetap.
Fluktuasi ini wajar mengingat harga acuan CPO mengacu pada indeks Malaysia dan tren pasar global. Pekebun tak perlu khawatir, karena tim harga selalu menggunakan rerata tertimbang dari transaksi riil perusahaan.
⚖️ Dasar hukum yang mengikat
Keputusan ini diterbitkan berdasarkan dua regulasi utama:
- Peraturan Menteri Pertanian No. 13 Tahun 2024 tentang Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun. Mewajibkan perusahaan mitra membeli TBS dengan harga yang ditetapkan tim provinsi.
- Peraturan Gubernur Riau No. 77 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Harga Pembelian TBS. Memperkenalkan formula indeks K dan komponen nilai cangkang sebagai bagian dari harga.
Dengan dua aturan ini, transaksi jual beli TBS di Riau menjadi transparan dan dapat diaudit.
🌱 Tips bagi pekebun mitra swadaya
Berdasarkan pengalaman tim ahli rajatani.com, berikut cara memaksimalkan pendapatan dari TBS:
- Kenali umur tanaman – Harga tertinggi di umur 8–12 tahun. Jika ada blok yang sudah lewat 20 tahun, pertimbangkan peremajaan (replanting) dengan bibit unggul.
- Jaga kualitas buah – Buah mentah atau terlalu matang menurunkan rendemen. Panen sesuai kriteria (minimal 2 brondolan lepas per kg).
- Gunakan timbangan resmi saat transaksi di pabrik, pastikan tidak ada potongan tidak wajar.
- Catat harga tiap periode – Pola harga bisa membantu menentukan waktu panen (jika memungkinkan undur/maju beberapa hari).
Baca juga panduan lengkap: Faktor Penentu Harga TBS Sawit dan Panduan Menjual TBS ke Pabrik.
📊 Simulasi pendapatan: Kebun pak Joko (10 ha, umur 8 & 15 tahun)
Studi kasus: Pak Joko memiliki 6 ha sawit umur 8 tahun (produktivitas 1,6 ton/ha/bulan) dan 4 ha umur 15 tahun (1,3 ton/ha/bulan). Harga TBS periode ini untuk umur 8 = Rp3.482/kg, umur 15 = Rp3.462/kg (kisaran 10-20 tahun).
Produksi bulanan:
- Blok A (8th) : 6 ha × 1.600 kg = 9.600 kg
- Blok B (15th): 4 ha × 1.300 kg = 5.200 kg
Total = 14.800 kg
Pendapatan kotor:
(9.600×3.482) + (5.200×3.462) = 33.427.200 + 18.002.400 = Rp51.429.600 per bulan. Dibanding periode lalu (harga turun ~1,2%), pak Joko kehilangan sekitar Rp620.000. Namun dengan efisiensi biaya panen, margin masih terjaga.
❓ Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apakah harga ini berlaku untuk seluruh Riau?
Ya. Keputusan Tim Harga Provinsi bersifat mengikat bagi perusahaan mitra yang beroperasi di Riau. Pekebun swadaya yang bermitra dengan perusahaan wajib menggunakan harga ini.
2. Mengapa ada perbedaan harga antar umur?
Karena rendemen CPO dan inti sawit berbeda pada setiap fase tanaman. Tanaman dewasa (8–15 tahun) memiliki rendemen optimal, sehingga harganya lebih tinggi.
3. Apa itu nilai cangkang (NC) dan mengapa ditambahkan?
Cangkang sawit memiliki nilai ekonomi sebagai bahan bakar biomassa. NC adalah kompensasi tambahan untuk pekebun, diatur dalam Pergub 77/2020. Besarannya tetap Rp22,60/kg.
4. Bagaimana cara memverifikasi harga jika pabrik membayar lebih rendah?
Laporkan ke Dinas Perkebunan setempat atau tim pengawas mitra. Simpan bukti timbangan dan harga acuan ini sebagai dasar klaim.
5. Apakah harga ini bisa berubah di tengah periode?
Tidak. Harga ditetapkan untuk periode Rabu–Selasa (7 hari). Perubahan hanya terjadi pada periode berikutnya setelah rapat tim.
Penulis: Tim Ahli rajatani.com – Menyajikan data perkebunan terpercaya sejak 2015. Artikel ini telah diperbarui pada 24 Februari 2026. Diolah dari Berita Acara Resmi Tim Harga TBS Provinsi Riau.
Silahkan bertanya!!!
Posting Komentar